Pengirim Sate Ayam Beracun yang Menewaskan Seorang Anak, Telah Ditangkap! Motifnya Sakit Hati Ditinggal Nikah

- 3 Mei 2021, 16:21 WIB
ilustrasi sate ayam yang dibakar. Kasus sate ayam yang diracuni hingga menewaskan seorang anak yang berusia 10 tahun, dilatarbelakangi motif sakit hati/Akharis Ahmad/Unsplash
ilustrasi sate ayam yang dibakar. Kasus sate ayam yang diracuni hingga menewaskan seorang anak yang berusia 10 tahun, dilatarbelakangi motif sakit hati/Akharis Ahmad/Unsplash /

PORTAL JOGJA - Sebuah cerita menjadi viral di media sosial ketika seorang anak berusia 10 tahun tewas karena memakan sate ayam yang ternyata telah diracuni.

Lima hari setelah kejadian tersebut pelakunya berhasil diringkus pihak kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta di kediaman pelaku di Piyungan, Bantul, DIY.

Minggu tanggal 25 Maret 2021 lalu menjadi hari yang naas bagi Bandiman, seorang tukang ojek online. Pasalnya, putranya yang berusia 10 tewas secara mengejutkan setelah mengkonsumsi sate ayam yang dibawa Bandiman pulang hari itu.

Dalam sebuah unggahan yang viral di media sosial, Info Cegatan Jogja, ada seorang netizen yang membagikan cerita tentang meninggalnya seorang anak laki-laki berusia 10 tahun setelah memakan sate ayam dengan lontong.

Dijelaskan dalam kronologi, Bandiman, seorang ojek online yang berusia 47 tahun didatangi oleh seorang perempuan tak dikenal di sekitar Gayam Mandala Krida, Yogyakarta pada hari Minggu, 25 April 2021 sekitar pukul 15.30 WIB.

Perempuan tersebut yang mengaku tidak memiliki aplikasi ojek online, meminta Bandiman untuk mengantar makanan berisi sate ayam dan snack ke sebuah alamat di daerah Kasihan, Bantul.

“Ketika meminta dikirimkan ini yang bersangkutan mengatakan tidak punya aplikasi online, sehingga minta dengan cara offline ke alamat tertentu di daerah Kecamatan Kasihan, Bantul, dengan mengatakan bahwa makanan tersebut berasal dari Pak Hamid di Pakualaman,” ujar Kombes Pol Burkan Rudy Satria, Dirreskrimum Polda DIY, Senin, 3 Mei 2021 seperti ditulis Antara News dan dikutip Portaljogja.com

Lalu Bandiman mengantarkan makanan tersebut ke alamat yang dimaksud, namun sesampainya di tujuan, pemilik rumah menolak kiriman tersebut dengan alasan tidak memesan makanan yang dimaksud.

Oleh Bandiman, makanan yang ditolak tersebut dibawa pulang ke rumah.

Halaman:

Editor: Andreas Desca Budi Gunawan

Sumber: Antara


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X