Ketua Credit Suisse Antonio Horta Osorio Melanggar Aturan Karantina Kedua Terkait Aturan Covid-19

- 30 Desember 2021, 13:48 WIB
Ilustrasi. Ketua Credit Suisse Horta-Osorio Melanggar Aturan Karantina Kedua Terkait Aturan Covid-19
Ilustrasi. Ketua Credit Suisse Horta-Osorio Melanggar Aturan Karantina Kedua Terkait Aturan Covid-19 /ANTARA Foto/Ari Bowo Sucipto

PORTAL JOGJA – Investigasi awal oleh Credit Suisse (CSGN.S) menemukan bahwa Ketuanya Antonio Horta-Osorio menghadiri final tenis Wimbledon pada bulan Juli selama kunjungan ke Inggris ketika aturan Covid-19 negara itu mengharuskannya untuk dikarantina, dua sumber yang akrab dengan hal itu kepada Reuters.

Ini adalah kedua kalinya bankir Portugis, yang bergabung dengan bank Swiss pada April untuk membersihkan budayanya menyusul serangkaian skandal, ditemukan telah melanggar pembatasan virus corona.

Hasil investigasi tim hukum Credit Suisse diteruskan ke komite audit di dewan bank sebelum Natal. Sekarang akan menyelidiki dan memutuskan apakah ada tindakan lebih lanjut yang perlu diambil, kata sumber itu.

Juru bicara Credit Suisse dan Horta-Osorio menolak berkomentar ketika ditanya tentang penyelidikan dan temuannya.

Baca Juga: Deddy Corbuzier Akui Punya Trauma Mendalam Terkait Rumah Sakit dan Kematian

Horta-Osorio mengaku melanggar aturan Covid-19 Swiss selama kunjungan ke negara itu pada 28 November. Aturan Swiss menetapkan bahwa ia harus menghabiskan 10 hari di karantina pada saat kedatangan tetapi ia meninggalkan negara itu lagi pada 1 Desember.

Laporan pelanggaran Swiss mendorong dewan bank untuk menugaskan penyelidikan internal.

Dalam penyelidikan mereka, tim hukum bank menemukan bahwa Horta-Osorio juga telah melanggar aturan Inggris ketika dia melakukan perjalanan untuk menghadiri Wimbledon untuk putaran final pada akhir pekan 10 dan 11 Juli, kata sumber tersebut.

Pada saat itu, Swiss dan sebagian besar negara Eropa lainnya berada di "daftar kuning" Inggris, yang berarti pengunjung harus dikarantina selama 10 hari ketika mereka tiba di negara itu.

Seorang juru bicara pemerintah Inggris mengatakan mereka tidak akan mengomentari kasus-kasus tertentu.

Halaman:

Editor: Bagus Kurniawan

Sumber: Reuters


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah