PosIND Terbitkan Empat Prangko Edisi 'Penanda Kota', Salah Satunya Berlokasi di DIY

- 19 Mei 2024, 21:45 WIB
PosIND pada 15 Mei 2024 menerbitkan prangko edisi 'Penanda Kota'
PosIND pada 15 Mei 2024 menerbitkan prangko edisi 'Penanda Kota' /instagram.com/ @posindonesia.ig/

PORTAL JOGJA - Dalam rangka memberikan dukungan dalam pengembangan pariwisata dan potensi, PosIND pada 15 Mei 2024 menerbitkan prangko edisi 'Penanda Kota'. Penanda kota atau juga disebut sebagai landmark ini, akan menjadi pengingat orang pada suatu bangunan yang berada di sebuah kota. Ini menjadi sebuah cerminan panjang sebuah kota dari masa lalunya hingga masa depannya.

Empat seri perangko 'Penanda Kota' yang diterbitkan itu meliputi Buk Renteng/Van der Wijck Leiding di Sleman, Monumen Gong Perdamaian Dunia di Ambon, Tugu Muda di Semarang, dan Patung Sura dan Baya di Surabaya. Dikutip dari media sosial resmi PosIND @posindonesia.ig, inilah landmark yang dimaksud

Buk Renteng/Van der Wijck Leiding di Sleman

Buk Renteng/Van der Wijck Leiding di Sleman/Foto: instagram.com/@posindonesia.ig
Buk Renteng/Van der Wijck Leiding di Sleman/Foto: instagram.com/@posindonesia.ig

Saluran air yang dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1909 ini bernama asli Selokan Van Der Wijk. Nama Van Der Wijk diduga merupakan pemimpin pembangunan selokan tersebut. Namun, masyarakat sekitar sering menyebutnya sebagai Buk Renteng karena bentuk bangunan ini seperti saluran yang panjang.

Semula Buk Renteng atau Van der Wijck Leiding ini adalah saluran irigasi yang memanfaatkan aliran Sungai Progo. Bendung Karangtalun sebagai pintu masuk air menuju saluran irigasi Van der Wijck. Saluran irigasi ini dapat dijadikan pengairan area perkebunan tebu di sebagian wilayah pada dua kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yaitu Sleman dan Bantul.

Pada masa Pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono IX, diusulkanlah proyek pembangunan saluran irigasi untuk menghubungkan Sungai Progo dan Sungai Opak. Saluran ini pada masa lampau disebut sebagai Kanal Yoshiro dan pada masa kini dikenal sebagai Selokan Mataram.

Monumen Gong Perdamaian Dunia di Ambon

Monumen Gong Perdamaian Dunia di Ambon/Foto: instagram.com/@posindonesia.ig
Monumen Gong Perdamaian Dunia di Ambon/Foto: instagram.com/@posindonesia.ig

Menjadi simbol perdamaian dunia, monumen yang berlokasi di Taman Pelita sekitar pusat kota Ambon ini menjadi monumen ke-35 di dunia dan ketiga di Indonesia. Monumen ini diresmikan pada tanggal 25 November 2009 oleh Presiden Indonesia ke-6, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono

Penanda kota ini menjadi bukti bahwa perdamaian dapat terjadi di tengah-tengah konflik dan kerusuhan masa lalu. Gong menjadi simbol perdamaian dan persatuan yang harus selalu dijaga. Gong ini pula yang akan mengingatkan akan sejarah kelam perang saudara yang harus dijadikan pelajaran agar tidak terulang kembali.

Tugu Muda di Semarang

Tugu Muda di Semarang/Foto: instagram.com/@posindonesia.ig
Tugu Muda di Semarang/Foto: instagram.com/@posindonesia.ig

Halaman:

Editor: Siti Baruni

Sumber: Instagram resmi PosIND @posindonesia.ig


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah