Soekarno Tidak Puasa Saat Membacakan Teks Proklamasi yang Bertepatan dengan Bulan Ramadan

- 1 April 2023, 04:06 WIB
 Momen pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno dengan didampingi Mohammad Hatta.
Momen pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno dengan didampingi Mohammad Hatta. /its.ac.id /

Seperti dikutip dalam buku berjudul “Api Sejarah 2: Mahakarya Perjuangan Ulama dan Santri dalam Menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia” karya Prof Ahmad Mansur Suryanegara yang terbit 2015 disebutkan bahwa:

Menurut Mr. Achmad Soebardjo bahwa naskah teks proklamasi didektekan oleh Bung Hatta dan ditulis oleh Bung Karno. Setelah selesai disusun kemudian diketik oleh Sayuti Melik menggunakan mesin tik yang dipinjam (sebetulnya diambil) dari kantor Kepala Perwakilan Kriegsmarine Mayor Laut Dr. Hermann Kandeler. Peristiwa ini dilakukan pada pukul 03.00 waktu sahur di bulan Ramadan. Pertemuan berakhir setelah teks ketikan tersebut ditandatangani oleh Bung Karno dan Bung Hatta.

Keesokan harinya, pada 17 Agustus 1945, tepat pukul 10 pagi, teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan oleh Soekarno dengan didampingi Mohammad Hatta di rumah Bung Karno di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta.

Momentum sakral bagi Bangsa Indonesia tersebut, tentunya tak lepas dari nama Sang Proklamator. Namun ada fakta menarik yang belum diketahui banyak orang tentang Soekarno saat proklamasi.

Saat mendeklarasikan proklamasi, ternyata Soekarno tak menjalankan ibadah puasa padahal ia adalah seorang muslim.

Mengapa? Tentunya ia memiliki jawaban tersendiri soal hal itu. Saat itu Soekarno ternyata sedang terserang sebuah penyakit.

Baca Juga: Polri Siapkan 500 Bus Mudik Gratis Ke Sejumlah Kota di Jawa, Buruan Daftar ! 

Berdasarkan buku berjudul “Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia” yang ditulis oleh Cindy Adam 1966 disebutkan bahwa ketika itu Soekarno merasa suhu badannya sangat tinggi.

Sekitar pukul 08.00 WIB atau kurang dua jam sebelum proklamasi dibacakan, Soekarno masih tertidur di rumahnya di Jalan Pegangsaan, Jakarta.

Soekarno saat itu terkena gejala malaria tertiana. “Pating greges (sakit semua),” keluh Soekarno kepada dokter yang memeriksanya. Maka dokter pun memberikan obat agar kondisinya kembali sembuh. Soekarno pun kembali tertidur.

Halaman:

Editor: Chandra Adi N

Sumber: Berbagai Sumber


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah